Kamis, 02 Desember 2010
Update Data Iklim (Indonesia Timur)
Setelah sekian lama tidak update blog, kini banyumilih telah mengupdate data-data iklim terutama untuk Indonesia bagian Timur. Sebagai catatan, data-data tersebut juga dilengkapi dengan keterangan data yang juga bisa di download, hal ini penting karena sering sekali saya ditanya tentang data tersebut (misalnya, mengapa data hujan dan suhu nilai 9999.99, angka tersebut menunjukkan data kosong, bisa karena tidak tercatat, tidak dilaporkan atau data kosong). Silakan menggunakannya dan mengunduh di link berikut ini http://banyudata.blogspot.com/2010/02/data-iklim-indonesia.html
Rabu, 17 Maret 2010
Peta Geologi Indonesia (Update : Pulau Jawa dan Sumatera)
Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah/wilayah/kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala yang menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi, stuktur, tektonika,fisiografi dan sumberdaya mineral serta energi. Penyajian peta geologi berupa gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya. Penjelasan berisi informasi, misalnya situasi daerah, tafsiran dan rekaan geologi, dapat diterangkan dalam bentuk keterangan pinggir.
Banyumilih telah merencanakan untuk mengupload peta geologi yang ada di dalam database banyumilih, dan saat ini baru peta Geologi untuk Pulau Jawa dan Sumatera. Format file peta adalah ESRI shapefile (*.shp) yang telah dikompres dalam zip file. Skala peta adalah 1:250000. Atribut peta terdiri dari simbol geologi, umur, formasi, pembawa, mineral dan keterangan. Tidak semua atribut tersebut lengkap dalam file dbf-nya. Namun demikian, teman-teman yang download peta geologi ini jangan kuatir, karena untuk atribut lain dapat diisi sendiri dengan melihat dokumen SNI 13-4691-1998 tentang Penyusunan Peta Geologi. Untuk mendownload data ini silakan masuk ke dalam http://banyudata.blogspot.com. Salam.....
Banyumilih telah merencanakan untuk mengupload peta geologi yang ada di dalam database banyumilih, dan saat ini baru peta Geologi untuk Pulau Jawa dan Sumatera. Format file peta adalah ESRI shapefile (*.shp) yang telah dikompres dalam zip file. Skala peta adalah 1:250000. Atribut peta terdiri dari simbol geologi, umur, formasi, pembawa, mineral dan keterangan. Tidak semua atribut tersebut lengkap dalam file dbf-nya. Namun demikian, teman-teman yang download peta geologi ini jangan kuatir, karena untuk atribut lain dapat diisi sendiri dengan melihat dokumen SNI 13-4691-1998 tentang Penyusunan Peta Geologi. Untuk mendownload data ini silakan masuk ke dalam http://banyudata.blogspot.com. Salam.....
Kamis, 04 Maret 2010
Spektral gelombang elektromagnetik
Oleh : Idung Risdiyanto
Komponen atau prasyarat utama dalam penginderaan jauh adalah tersedianya energi iluminasi suatu obyek yang menjadi target. Energi ini merupakan radiasi yang dapat berasal dari obyek itu sendiri ataupun berasal dari sumber energi lain yang dipantulkannya. Sesuai dengan hukum-hukum fisika tentang radiasi, maka energi tersebut dapat dinyatakan sebagai radiasi elektromagnetik.
Pemahaman terhadap radiasi elektromagenetik merupakan langkah dasar yang harus diketahui dalam penginderaan jauh terutama terkait dengan sifat/karakteristiknya. Terdapat dua karakteristik dari radiasi elektromagnetik yang harus diketahui yaitu panjang gelomabang dan frekuensi. Sesuai dengan penjelasan pada bagian sebelumnya, hubungan antara panjang gelombang dan frekuesi terkait dengan besaran atau keadaan energi pada suatu obyek dalam penginderaan jauh. (Lebih lengkap dapat diunduh disini atau langsung baca disini)
Komponen atau prasyarat utama dalam penginderaan jauh adalah tersedianya energi iluminasi suatu obyek yang menjadi target. Energi ini merupakan radiasi yang dapat berasal dari obyek itu sendiri ataupun berasal dari sumber energi lain yang dipantulkannya. Sesuai dengan hukum-hukum fisika tentang radiasi, maka energi tersebut dapat dinyatakan sebagai radiasi elektromagnetik.
Pemahaman terhadap radiasi elektromagenetik merupakan langkah dasar yang harus diketahui dalam penginderaan jauh terutama terkait dengan sifat/karakteristiknya. Terdapat dua karakteristik dari radiasi elektromagnetik yang harus diketahui yaitu panjang gelomabang dan frekuensi. Sesuai dengan penjelasan pada bagian sebelumnya, hubungan antara panjang gelombang dan frekuesi terkait dengan besaran atau keadaan energi pada suatu obyek dalam penginderaan jauh. (Lebih lengkap dapat diunduh disini atau langsung baca disini)
Energi Penginderaan Jauh (bagian 3 : Hukum-hukum tentang Radiasi)
Oleh : Idung Risdiyanto
Hukum Plank telah memberikan dasar pemahaman terhadap dualisme energi radiasi sebagai kuanta dan gelombang EM. Terkait dengan hukum ini, maka pembahasan tentang energi penginderaan jauh juga akan membahas persamaan dan hukum-hukum fisika yang terkait dengan radiasi sebagai gelombang ataupun radiasi sebagai kuanta energi.(Lebih lengkap dapat diunduh disini atau langsung baca disini)
Hukum Plank telah memberikan dasar pemahaman terhadap dualisme energi radiasi sebagai kuanta dan gelombang EM. Terkait dengan hukum ini, maka pembahasan tentang energi penginderaan jauh juga akan membahas persamaan dan hukum-hukum fisika yang terkait dengan radiasi sebagai gelombang ataupun radiasi sebagai kuanta energi.(Lebih lengkap dapat diunduh disini atau langsung baca disini)
Rabu, 03 Maret 2010
Energi Penginderaan Jauh (bagian 2 : Penulusuran Hukum Radiasi Plank)
Oleh : Idung Risdiyanto
Penurunan hukum radiasi Plank dapat ditelusuri dari sifat benda di alam, sebagai benda yang memancarkan energi. Semua benda yang di alam yang mempunyai suhu mutlak diatas 0° K atau setara dengan –273°C akan mempunyai radiasi termal. Sebagai dasar dari pernyataan tersebut adalah hipotesis tentang benda hitam sempurna, yang dicirikan oleh : (i) Suatu benda yang akan mengabsorbsi seluruh energi yang diterima dari segala sudut penerimaan dan (ii) Suatu benda yang akan mengemisikan semua energinya ke segala arah dengan seluruh kisaran panjang gelombang yang ada/tak terbatas.
Fakta di alam, hampir semua benda tidak mempunyai kesempurnaan sifat seperti yang digambarkan oleh benda hitam sempurna tersebut. Oleh karena itu pada tahun 1879, berdasarkan suatu pendekatan empiris, Stefan Boltsman memberikan suatu persamaan yang dapat menjelaskan hubungan antara energi dengan suhu benda. (Lebih lengkap dapat diunduh disini atau dibaca disini)
Penurunan hukum radiasi Plank dapat ditelusuri dari sifat benda di alam, sebagai benda yang memancarkan energi. Semua benda yang di alam yang mempunyai suhu mutlak diatas 0° K atau setara dengan –273°C akan mempunyai radiasi termal. Sebagai dasar dari pernyataan tersebut adalah hipotesis tentang benda hitam sempurna, yang dicirikan oleh : (i) Suatu benda yang akan mengabsorbsi seluruh energi yang diterima dari segala sudut penerimaan dan (ii) Suatu benda yang akan mengemisikan semua energinya ke segala arah dengan seluruh kisaran panjang gelombang yang ada/tak terbatas.
Fakta di alam, hampir semua benda tidak mempunyai kesempurnaan sifat seperti yang digambarkan oleh benda hitam sempurna tersebut. Oleh karena itu pada tahun 1879, berdasarkan suatu pendekatan empiris, Stefan Boltsman memberikan suatu persamaan yang dapat menjelaskan hubungan antara energi dengan suhu benda. (Lebih lengkap dapat diunduh disini atau dibaca disini)
Langganan:
Postingan (Atom)