Catatan Kampus Cikabayan
Penulis sedang menyiapkan bahan
kuliah klimatologi. Di salah satu slide presentasi, terdapat potongan video
suasana kota Bergen, Norwegia, sebuah kota di pesisir barat Skandinavia yang
terkenal sebagai salah satu kota paling basah di Eropa. Hujan turun hampir
sepanjang tahun dan perlahan membentuk budaya masyarakatnya. Di sana ada ungkapan,
“Det finnes ikke dårlig vær, bare dårlige klær.” Tidak ada cuaca buruk,
yang ada hanya pakaian yang buruk. Tiba-tiba sebuah pesan WhatsApp masuk dari
sahabat muda penulis, Mas Elvara, seorang aktivis muda pertanian dan kehutanan.
“Pak, besok kita ke Situbondo.”
Pesan singkat itu segera mengalihkan ingatan penulis pada satu tradisi lama di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur, “Ojhung”, termasuk di Situbondo. Sebuah ritual rakyat ketika dua lelaki saling mencambuk menggunakan rotan di tengah lapangan desa, diiringi kendang dan sorak warga yang berharap hujan segera datang.