Catatan Kampus Cikabayan
Di sebuah kampung pesisir di Pulau Seram ada ungkapan “Ale samua mau
ambe hasil hari ini, cucu-cucu tong besok so tara dapa apa-apa lai.” (
“Kalau semua orang ingin memanen hari ini, maka anak cucu kita besok tidak akan
mendapatkan apa-apa lagi.”) Kalimat itu sederhana, tetapi mengandung falsafah
yang telah hidup ratusan tahun di kepulauan rempah. Alam harus diberi waktu
untuk bernapas.
Di Kepulauan Maluku, masyarakat telah lama mengenal sebuah sistem hukum adat yang disebut Sasi. Tradisi ini merupakan seperangkat aturan sosial yang mengatur kapan sumber daya alam boleh dimanfaatkan dan kapan harus dibiarkan pulih. Sasi tidak hanya berlaku untuk hasil laut seperti ikan, teripang, dan lola, tetapi juga diterapkan pada hasil pertanian seperti kelapa, pala, cengkih, sagu, dan berbagai tanaman kebun lainnya.