Catatan Kampus Cikabayan
Pada perjalanan ke Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Wahau,
Kabupaten Berau, pada akhir Maret 2022, penulis bertemu dengan Pak Ding. Sosok
dari Dusun Long Belteq ini adalah petani yang rajin dan tekun. Beliau banyak bercerita tentang keragaman hayati
di sekitar kebunnya. “Lihat itu burung enggang yang selalu berpasangan, janji
sehidup semati, selalu setia pada pasangannya,” ujarnya sambil tersenyum. “Sebentar
lagi musim hujan akan berakhir, di hutan nanti akan banyak buah,” lanjutnya.
Bagi masyarakat Dayak Wehea, kemunculan Burung Enggang bukan sekadar kehadiran seekor burung besar yang melintas di atas tajuk hutan. Di hutan-hutan Kalimantan Timur, termasuk di Berau dan Kutai Timur, jenis yang sering dijumpai antara lain Enggang Cula (Buceros rhinoceros), Julang Emas (Rhyticeros undulatus), Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus), dan Rangkong Gading (Rhinoplax vigil). Bagi masyarakat setempat, kehadiran burung-burung ini adalah pertanda bahwa alam sedang memasuki fase penting dalam siklus tahunan.